Subscribe RSS Subscribe Comments
premium black
Home
"Selamat Datang"
May
31
15:22
Posted by admin, and filed under Politik

images

Ketika saya melihat politik, saya melihat ada yang kurang dari politik indonesia, mulai dari terlalu “gampang’ nya orang menjadi ikon,, dan dapat dipilih masyarakat, saya melihat peristiwa ini sebagai hal yang berulang terjadi, seperti ada sesuatu yang belum terjadi dalam pencapaian politik kita, seperti ada sesuatu yang hilang, yang selalu dilupakan. Yang saya tanyakan haruskah sistem demokrasi menganut sistem suara terbanyak yang menang?. Berbeda dengan ilmu sains yang memang bisa menghasilkan suatu penemuan yang absolut dan terukur, yang tentunya dapat memberikan hasil yang nyata dan bermanfaat. Tidak bisakah kita mengadopsi sains dalam politik?.

Yang tentunya dapat menghasilkan sesuatu yang dapat terukur dan tidak asal-asalan. Beberapa point dalam politik kita yang perlu diperbaharui adalah:

1. Politik dengan sistem Skoring

Saya bermimpi indonesia bisa menerapkan sistem skor dalam pelaksanaannya, sehingga hasil pencapainya dapat nyata dan terukur dan bukan hanya sekedar suara terbanyak, karena suara terbanyak gampang sekali untuk memanipulasi pemikiran seseorang untuk dapat memilih dalam suatu waktu. Tetapi dengan sistem skor ini tentunya dapat dihasilkan suatu yang nyata, dan dapat dikaji kembali.

2. Swastanisasi seluruh departemen negara

Pernahkan anda membayangkan lebih efisien mana departemen/kementerian negara dibandingkan dengan perusahaan besar swasta yang berhasil seperti google/ samsung yang dapat bertahan dengan ekosistem yang memang terbentuk karena adaptasi yang terus-menerus terhadap kesulitan yang mereka alami, seperti pada teori darwin kita dapatkan hasil suatu evolusi yang unggul dapat terbentuk apabila mengalami suatu kesulitan yang nyata?. berbeda dengan berbagai departemen diindonesia yang sudah terlanjur “enak” dengan ekosistemnya yang stabil.

3. Keberanian politik untuk mengurangi jumlah penduduk

Bagi saya percuma untuk memajukan suatu negri tetapi dengna jumlah yang sangat banyak, hal yang mustahil dapat dilakukan dengan sumber daya alam yang unlimited sekalipun, saya berpikiran dengan jumlah penduduk yang terukur dan dengan kualitas yang sempurna, seperti halnya dengan china, mereka memang sukses memajukan ekonomi negaranya, pertanyaaanya apakah rakyatnya juga ikut merasakanya? mereka harus bekerja “paksa” seharian penuh hanya untuk hasil yang tidak seberapa?hal seperti itulah yang ingin kita capai? hal tersebut bukanlah bentuk akhir dari pencapaian yang menurut saya terlalu memaksa. Mengapa kita tidak mencoba mengurangi kuantitas sehingga mendapatkan hasil yang maksimal?.

4. Hapus seluruh  partai yang berasaskan ketua umum

Kesalahan terbesar republik ini adalah membiarkan masyarakat membuat partai, yang pada akibatnya partai hanya dijadikan seperti perusahaan, yang membuat menjadi pemilik, dan akhirnya terciptalah monopoli kekuasaan. Hal ini dapat kita lihat seperti hanya ada DUA pasangan capres yang kualitas keduanya sangatlah buruk. Sehingga rakyat TERPAKSA memilih mereka,  inilah yang disebut dengan politik dadakan alias bin salabim, seperti di negeri seribu satu malam, rakyat seolah dijanjikan dengan hasil yang instan.

5. Mengubah mindset dari penegakan hukum menjadi sadar hukum

Yang salah dari sistem di republik ini adalah masih adanya “ego” dalam penegakan hukum. Rakyat seolah-olah sudah dibiarkan agar dapat terjerat hukum. Para penegak hukum seakan-akan menikmati proses tersebut. Sama seperti dalam acara sulap yang exreme, para penegak hukum seakan-akan menikmati dalam penghukuman tersebut, inilah yang saya sebut sebagai ego, yang sudah tertanam dan membudaya dalam bidang penegakan hukum di Indonesia

premium black
premium black
Klinis Dot Com Klinis Network.
Designed by